Jakarta, Asli Muhammadiyah. Seiring dengan momen peringatan haul ke-18 tokoh NU H Mahbub Djunaidi, Katib Aam PBNU KH Malik Madani menilai pentingnya mengapresiasi dan menimba teladan dari sastrawan Indonesia ini.
![]() |
| Generasi Muda Patut Pelajari Mahbub Djunaidi (Sumber Gambar : Nu Online) |
Generasi Muda Patut Pelajari Mahbub Djunaidi
“Sudah sewajarnya generasi muda mempelajari biografi Mahbub Djunaidi agar kesinambungan pemikiran dan tradisi NU bisa berlanjut,” kata Menurut kiai asal Madura ini di Jakarta, Rabu (2/10).Menurut Kiai Malik, keberlanjutan tradisi dan pemikiran dapat berlangsung dengan cara mendalami dan meneladani tokoh-tokoh terdahulu. “Saya mengenal Pak Mahbub sebagai wartawan, jurnalis, dan tokoh politik yagn sangat disegani di kalangan masyarakat,” katanya.
Asli Muhammadiyah
Dosen UIN Sunan Kalijaga kelahiran 1953 ini mengaku ketenaran Mahbub Djunaidi sudah ia rasakan sejak kecil, ketika pendiri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) tersebut masih hidup. “Waktu itu saya masih usia belasan tahun,” tuturnya.H. Mahbub Djunaidi lahir di Jakarta, 27 Juli 1933. Ia termasuk jurnalis, esais, sastrawan, penerjemah dan politikus tersohor. Selain menjadi salah satu aktivis yang membidani kelahiran PMII sekaligus ketua pertamanya, Mahbub pernah masuk di Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU).
Asli Muhammadiyah
Mahbub juga sempat menjadi pengurus Gerakan Pemuda Ansor, Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi NU), Pertanian Nahdlatul Ulama (Pertanu), dan salah seorang Ketua PBNU. Ia wafat pada 1 Oktober 1995. (Mahbib Khoiron)Dari Nu Online: nu.or.id
Asli Muhammadiyah Nusantara, IMNU Asli Muhammadiyah


EmoticonEmoticon