Minggu, 17 September 2017

Di Uniska, Pendalaman Aswaja Kian Intensif

Hashtag

Kediri, Asli Muhammadiyah. Dalam pandangan Kepala Lembaga Pendidikan Karakter dan Agama Universitas Islam Kadiri (Uniska), keberadaan buku Khazanah Aswaja adalah referensi yang memang ditunggu khalayak. ? "Inilah buku yang kami tunggu," ? kata Dr H Imam Baehaki, Selasa (28/2).

Pandangan tersebut disampaikan Imam Baehaki pada kegiatan kajian Aswaja yang diselenggarakan kampus setempat. Apalagi buku tersebut diberi pengantar Rais ‘Aam PBNU KH Maruf Amin, sehingga tidak perlu diragukan kandungan dan isinya.

Di Uniska, Pendalaman Aswaja Kian Intensif (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Uniska, Pendalaman Aswaja Kian Intensif (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Uniska, Pendalaman Aswaja Kian Intensif

Sedangkan Pembantu ? Rektor III, Mustain, menyatakan, para mahasiswa butuh buku pintar Aswaja. "Buku Khazanah Aswaja akan disederhanakan agar lebih mudah dipelajari. Ya, semacam buku pintar Aswaja," katanya.?

Selanjutnya para dosen agama Islam di kampus tersebut harus mengajarkan Aswaja an-Nahdliyyah. "Karena memang kampus ini landasan dan bunyi statutanya Aswaja an-Nahdliyyah," jelasnya. ? Karena itu pula, kajian keaswajaan merupakan hal penting untuk diikuti para dosen untuk disampaikan kepada para mahasiswa.

Asli Muhammadiyah

Dan gayung pun bersambut lantaran kampus akan membuat buku ajar Aswaja bagi mahasiswa. "Karenanya, kajian awal ini akan ditindaklanjuti," jelasnya. ? Dan untuk berikutnya, tim penulis buku Khazanah Aswaja dari Aswaja NU Center Jawa Timur akan diundang kembali.

Sedangkan Ustadz Yusuf Suharto yang didaulat menjadi narasumber tunggal pada paparan awal ? menyampaikan ? pengertian Aswaja dan kelompoknya dengan mengutip As-Safarini. Dari pandangan tersebut dijelaskan bahwa kelompok Aswaja ada tiga: al-Atsariyah atau para pengikut Imam Ahmad ibn Hanbal, Al-Asyairah serta Al-Maturidiyyah, jelas salah seorang penulis buku tersebut.

Asli Muhammadiyah

"Al-Atsariyah yang benar adalah yang konsisten dengan ajaran Imam Ahmad ibn Hanbal, yaitu pada ghalibnya memakai metode tafwidh atau menyerahkan makna ayat mutasyabihat kepada Allah sembari mensucikan Allah dari keserupaan dengan makhluk," kata kandidat doktor UIN Maliki tersebut. Jika ada yang mengaku al-Atsariyah tapi melakukan tasybih atau tajsim, atau juga mudah mengafirkan, maka sesungguhnya itu bukan al-Atsariyah, yang berarti bukan Ahlussunnah wal Jamaah, lanjut Direktur PC Aswaja NU Center Jombang tersebut.

Penggagas kajian Aswaja, Kepala Bidang Agama Islam Uniska, yakni Dr H. Shalahuddin Fathurrahman menyatakan bahwa kajian sebagai bekal bagi sejumlah dosen agama Islam di kampus tersebut. "Agar menyelaraskan diri dalam Aswaja an-Nahdliyyah," harapnya. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Habib Asli Muhammadiyah

Menarik

Asli Muhammadiyah disini maksudnya bukan membedakan mana yang asli atau bukan, tetapi kita saling menguatkan bahwa kita sama sama islam dan kita Bersaudara


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa admin situs Asli Muhammadiyah sangat membenci AdBlock karena dengan adanya iklan maka situs Asli Muhammadiyah bisa tetap berjalan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Tulisan
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Asli Muhammadiyah dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock