Jakarta, Asli Muhammadiyah. Sepuluh orang tamu dari Negeri Paman Sam mengunjungi kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama jalan Kramat Raya nomor 164 Jakarta Pusat. Kedatangan mereka didampingi Direktur The Wahid Institute Zannuba Arifah Chafsoh Rahman (Yenny Wahid) dan salah satu Ketua PP Muslimat Dr Hj Sri Mulyati.
| Untuk Islam Nusantara, Delegasi Muslim AS Bersilaturahmi ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online) |
Untuk Islam Nusantara, Delegasi Muslim AS Bersilaturahmi ke PBNU
Mereka diterima langsung Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di lantai 3 PBNU, Jumat (1/5/15) siang. Menurut Yenny, para tamu itu adalah tokoh muda muslim AS.“Mereka adalah delegasi muslim Amerika. Salah satunya, penasehat Menlu AS urusan Islam. Jadi, mereka ingin mempelajari Islam Nusantara. Mereka beranggapan bahwa seharusnya Islam Indonesia menjadi model bagi Islam dunia,” ujar Yenny kepada Asli Muhammadiyah usai pertemuan.
Asli Muhammadiyah
Mereka berharap, lanjut Yenny, Islam Indonesia bisa berperan lebih bagi dunia Islam. Mereka sangat mendukung dan mendorong Islam Nusantara bisa meningkatkan perannya di kancah internasional. “Mereka juga berharap muslim Indonesia lebih PD (percaya diri) dalam memerankan peran itu,” tegasnya.“Sebelumnya, mereka sudah ke kantor The Wahid Institute. Jadi, kami melakukan diskusi, pertukaran pikiran dan pengalaman. Lalu kita juga bisa membuat kegiatan bersama. Ke depan banyak yang bisa kita lakukan. Untuk kerja sama itu, misalnya, bisa mempromosikan Islam ala Islam Nusantara ke dunia internasional,” tutur Yenny.
Asli Muhammadiyah
Ia menambahkan, pihaknya akan melakukan kerja sama dengan para tokoh muda Amerika itu. “Kita akan melakukan kerja sama antara people to people, mungkin juga bisa melibatkan pemerintah, agar bisa memberikan sumbangan pikiran bagaimana menyikapi fenomena keberagamaan kita. Yang jelas, kerja sama ini bisa membawa banyak manfaat bagi umat Islam di seluruh dunia,” tegasnya.Ditanya mengapa mereka melirik Indonesia, Yenny menjawab, karena bisa mempraktikkan Islam yang toleran, berdasarkan kebhinekaan, dan bisa mengayomi minoritas.
“Bagi mereka, formula Islam khas Indonesia merupakan yang paling benar. Karena di sini tidak ada model yang suka ngebom dan meledak-ledakkan itu,” ujarnya.
Sementara itu, Kiai Said menyambut baik kunjungan delegasi Amerika ini. Doktor jebolan Universitas Ummul Quro Mekkah ini sekilas menceritakan tentang NU, Islam Nusantara, dan peta Islam dunia khususnya Timur Tengah mutakhir.
Pengurus harian PBNU yang mendampingi antara lain Sekjen H Marsudi Syuhud, Bendum H Bina Suhendra, dan Ketua PBNU HM Iqbal Sullam. (Musthofa Asrori/Alhafiz K)
Dari Nu Online: nu.or.id
Asli Muhammadiyah Syariah, Nusantara, Pondok Pesantren Asli Muhammadiyah

EmoticonEmoticon