Minggu, 27 Agustus 2017

PMII Pontianak Gelar Dialog Kebangsaan

Pontianak, Asli Muhammadiyah. Pengurus Cabang PMII Kota Pontianak bekerjasama dengan  Forum Peduli Ibu Pertiwi (FPIP ) mengadakan dialog kebangsaan dengan  mengangkat tema Memperkokoh Peran Pesantren dalam Menjaga Keutuhan NKRI. 

PMII Pontianak Gelar Dialog Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Pontianak Gelar Dialog Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Pontianak Gelar Dialog Kebangsaan

Acara ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Jihad yang terletak di Sungai Jawi Pontianak, Selasa (17/12).  Dialog dimulai tepat pada pukul 13:30 dan berakhir pada pukul 14:00 berjalan sangat alot. Antusias peserta yang membeludak bertempat di aula kawasan Pesantren. 

Peserta terdiri dari para siswa madrasah aliyah pesantren al-Jihad  beserta dewan guru serta kader PMII yang kesemuanya berjumlah kurang lebih 160 orang memadati acara tersebut.

Asli Muhammadiyah

Tema diangkat karena dianggap perlu diadakan dialog yang mampu menjelaskan atau memberi pemahaman tentang persatuan dan rasa cinta tanah air. Paling penting dari tema tersebut adalah timbulnya ukhuwah  islamiah, ukhuwah wathaniah dan ukhuwah basyariah di dalam benak remaja, khuususnya para santri yang ada di pesantren ini.

“Tujuan akhir dari acara ini ialah untuk mewujudkan rasa toleransi terhadap berbagai perbedaan yang terjadi dilingkungan masyarakat. Dan harapan besarnya mereka bisa menjadi agen perdamaian saat terjun kembali ke masyarakatnya,” tukas Abdul Ghani, ketua PC PMII Kota Pontianak.

Asli Muhammadiyah

“Pemuda yang maju dalam hal berfikir maka akan membawa kemajuan terhadap bangsa dan negara,” ungkap KH Abdul Muthalib, pimpinan Pesantren Al-Jihad). Ia juga menyambut baik acara yang dilaksanakan oleh PMII dan FPIP, untuk menjalin silaturahmi antar semua elemen dan memberikan pandangan terhadap pentingnya menjaga keutuhan NKRI yang sedang digoyah oleh berbagai issu kurang menguntungkan ummat Islam terutama dalam di lingkungan pesantren.

“Peran pesantren sangat terasa tidak hanya sekarag tetapi sebelum negara ini berdiri, pesantren sudah memainkan pran penting dalam menggapai kemerdekaan dan mengisi kemerdekaan,” ungkap Dr H Haitami Salim, direktur pasca sarjana STAIN Pontianak.

Kemerdekaan yang di capai oleh bangsa ini tidak bisa lepas dari peran pesantren, namun pada kenyataanya pada akhir-akhir ini pesantren dicurigai sebagai sarang terorisme. 

Untuk menanggulangi anggapan miris tersebut, maka pola pikir santri harus dirubah yaitu cara berfikir, cara bertindak dan cara berkata. Jika tiga komponen ini dilaksanakan dalam bermasyarakat maka anggapan miris terhadap pesanteren akan hilang dan akan menjadi kebanggaan bangsa.

Selain acara dialaog kebangsaan, PMII dan FPIP juga memberikan sumbangan material berupa semen sebanyak 100 sak, yang akan dipergunakan untuk membangun pesantren yang sedang dalam proses pengerjaan.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Nasional, Kajian Sunnah, Budaya Asli Muhammadiyah

Menarik

Asli Muhammadiyah disini maksudnya bukan membedakan mana yang asli atau bukan, tetapi kita saling menguatkan bahwa kita sama sama islam dan kita Bersaudara


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa admin situs Asli Muhammadiyah sangat membenci AdBlock karena dengan adanya iklan maka situs Asli Muhammadiyah bisa tetap berjalan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Tulisan
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Asli Muhammadiyah dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock