Kamis, 01 Desember 2016

NU Papua Prakarsai Dialog Keagamaan

Jayapura, Asli Muhammadiyah. Nahdlatul Ulama Propinsi Papua, dalam hal ini Lembaga kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU, Pengurus Koordinator Cabang Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) dan pengurus Cabang (PCNU) Kota Jayapura menggelar dialog keagamaan membahas masalah pluralitas (keanekaragaman) masyarakat Papua.

NU Papua Prakarsai Dialog Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Papua Prakarsai Dialog Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Papua Prakarsai Dialog Keagamaan

Dialog yang digelar di hotel Swiss Bell Jayapura, Kamis (20/6), juga dihadiri oleh jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang antara adalah KH Asad Said Ali selaku Wakil Ketua Umum dan KH Muhyiddin Arubusman selaku Ketua PBNU. Dialog dibuka oleh Asisten III Setda Provinsi Papua Waryoto, mewakili Gubernur Papua Lucas Enembe,?

Dalam sambutan pembukaannya, Wartoyo menerangkan, masyarakat Papua yang terdiri dari berbagai macam suku dan agama memang harus mengedepankan dialog antar umat beragama.

Asli Muhammadiyah

Dalam pemaparan materinya, Wakil Ketua Umum PBNU KH Asad Said Ali menjelaskan, Islam adalah agama yang merahmati terhadap seluruh alam, terhadap seluruh masyarakat baik yang beragama Islam maupun non Muslim. Dan tradisi NU sangat menjunjung tinggi tiga hal pokok yakni tawassuth (moderat), tawazun (berimbang) dan tasamuh (toleransi).

Asli Muhammadiyah

"Islam dan NU hadir bukan hanya untuk memberikan manfaat kepada penganut dan kelompoknya saja. Islam dan NU mengemban misi untuk mensejahterakan seluruh manusia dan menciptakan peradaman manusia yang lebih maju dan berkedamaian bagi semua golongan," tutur Asad.

Sedangkan Pendeta William Ittar dari Gereja Kemanusiaan Indonesia (GKI) Papua ? menyampaikan gambaran besar mengenai kerukunan di Papua. Menurutnya, masyarakat papua adalah masyarakat yang harmonis, gotong-royong dan saling membantu dengan tetangga tanpa memandang dan memilah-milah asal agama masing-masing.

"Bahkan masyarakat Papua juga rukun mengenai pendirian tempat-tempat ibadah. Tidak ada saling ancam, baik secara langsung maupun melalui semisal SMS," tandas Ittar.

Sementara itu dalam paparan selanjutnya, uskup Mgr.Leo Laba Ladjar menjelaskan tentang kedekatan dan eratnya hubungan antara NU dengan Gereja Katolik. Menurutnya, NU dan katolik memiliki kedekatan yang dibangun sejak zaman dahulu. terutama puncak kedekatan ini adalah pada zaman presiden Gus Dur.

"Yang paling penting dalam kehidupan beragama ini, adalah bahwa kita harus memiliki perspektif pembangunan, yakni membangun manusia dari dua arah, yakni vertikal dan horisontal. vertikal dalam hubungannya dengan Allah dan horisoltal dalam hubungan antar manusia dan alam semesta yang harus semakin baik," tandas Leo Laba.

Dalam kesempatan yang sama, penggagas Majlis Muslim Papua, Thaha Al-Hamid menyatakan, peran agama dan organisasi masyarakat harus dikedepankan dalam membangun kesejahteraan dan mempereratkan kerukunan masyarakat.

Penulis : Syaifullah Amin

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Nahdlatul Ulama, Khutbah Asli Muhammadiyah

Menarik

Asli Muhammadiyah disini maksudnya bukan membedakan mana yang asli atau bukan, tetapi kita saling menguatkan bahwa kita sama sama islam dan kita Bersaudara


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa admin situs Asli Muhammadiyah sangat membenci AdBlock karena dengan adanya iklan maka situs Asli Muhammadiyah bisa tetap berjalan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Tulisan
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Asli Muhammadiyah dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock