Senin, 08 Juni 2015

Islam Nusantara adalah Islam Kaffah ala NU

Jakarta, Asli Muhammadiyah. Pengurus PCINU Amerika, Akhmad Sahal dalam Halaqah Kebangsaan bertajuk Islam Nusantara di Kantor FPKB DPR RI Jakarta, Rabu (19/8) menyatakan, bahwa Islam Nusantara adalah Islam yang menyeluruh atau kaffah ala NU. NU merupakan representasi Islam di Indonesia, bahkan di dunia yang orientasinya kemaslahatan umat.

Kandidat Doktor Universitas Pennsylvania, AS ini mengatakan, itulah cara NU menerapkan Islam. Penerapan Islam kaffah model NU ini bersandar pada ushul fiqh dan fiqh. Merangkul budaya lokal, kemudian mengislamkannya.

Islam Nusantara adalah Islam Kaffah ala NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Nusantara adalah Islam Kaffah ala NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Nusantara adalah Islam Kaffah ala NU

“Jadi, dasarnya syariah, tapi tujuannya maslahah, dan syariat atau hukum Islam ini sesungguhnya diturunkan untuk kebaikan manusia, bukan semata-mata untuk kebaikan Allah,” ujarnya.

Asli Muhammadiyah

Sebab itu, menurutnya, pemahaman Islam Nusantara ini sangat penting untuk menghadapi perubahan zaman sehingga Islam harus dipribumikan dengan syariat tetap menjadi tujuannya.

Asli Muhammadiyah

“Syariat bersumber dari fiqh dan ushul fiqh, sehingga saya pun heran kepada kelompok-kelompok di luar sana yang berteriak penegakkan syariat tetapi tanpa dasar hukum, yaitu fiqh dan ushul fiqh sehingga tak sependapat dengan Islam Nusantara,” jelas Sahal.

Lebih jauh, Sahal menerangkan, bahwa pemikiran ulama-ulama pesantren yang selalu relevan dengan masa kini bukan menyandarkan diri dari pemikiran orang-orang Barat. “Mereka tidak mengikuti teori Barat, tetapi fiqh dan ushul fiqh melalui maslahah tadi. Sehingga Islam Nusantara bersifat fleksibel (mutaghoirot), tidak statis (tsawabit),” terangnya.

Sahal menandaskan, bahwa Islam kaffah tanpa ushul fiqh, dengan demikian sesungguhnya ber-Islam tanpa syariat. “Ushul fiqh dan fiqh bukan hanya kaidah hukum, tetapi juga kaidah kehidupan. Islam Nusantara adalah Islam yang membudaya, tidak statis, namun dinamis,” pungkasnya.?

Selain Akhmad Sahal, hadir sebagai pembicara dalam halaqoh kebangsaan ini Rais Aam PBNU, Dr KH Ma’ruf Amin, Ketua FPKB DPR RI, Dr Ir Helmy Faishal Zaini, dan mantan Rais Syuriyah PCINU Jerman, Syafiq Hasyim PhD. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Nahdlatul Ulama, Amalan Asli Muhammadiyah

Menarik

Asli Muhammadiyah disini maksudnya bukan membedakan mana yang asli atau bukan, tetapi kita saling menguatkan bahwa kita sama sama islam dan kita Bersaudara


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa admin situs Asli Muhammadiyah sangat membenci AdBlock karena dengan adanya iklan maka situs Asli Muhammadiyah bisa tetap berjalan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Tulisan
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Asli Muhammadiyah dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock