Senin, 13 Oktober 2014

Suka Sebar Hoax Tanda Ketidakmampuan Mengawal Firman Allah

Bandar Lampung, Asli Muhammadiyah. Siapapun umat Islam yang suka memproduksi dan menyebar berita bohong atau hoax menunjukkan dirinya gagal mengawal Firman Allah. Pernyataan itu ditegaskan aktivis Gusdurian Lampung, Gatot Arifianto di Bandar Lampung, Rabu (4/1).

"Kenapa demikian? Karena Al-Quran sebagai pegangan dengan tegas telah menjelaskan bagaimana umat Islam untuk menghindari fitnah hingga selektif menerima informasi," paparnya.

Suka Sebar Hoax Tanda Ketidakmampuan Mengawal Firman Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
Suka Sebar Hoax Tanda Ketidakmampuan Mengawal Firman Allah (Sumber Gambar : Nu Online)


Suka Sebar Hoax Tanda Ketidakmampuan Mengawal Firman Allah

Beberapa penegasan berkaitan dengan hal tersebut, ujar dia menambahkan, ditegaskan dalam QS. Al-Anfal: 25. Waattaquu fitnatan laa tushiibannal-ladziina zhalamuu minkum khaash-shatan waalamuu annallaha syadiidul iqaab.

Asli Muhammadiyah

Artinya: Dan takutlah kalian terhadap fitnah (siksaan) yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zhalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah, bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.

Gatot menambahkan, penegasan lain ada pada QS. Al-Hujurat: 6. Yaa ai-yuhaal-ladziina aamanuu in jaa-akum faasiqun binaba-in fatabai-yanuu an tushiibuu qauman bijahaalatin fatushbihuu ala maa faaltum naadimiin.

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik, membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah, kepada suatu kaum, tanpa mengetahui keadaannya, yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.

Asli Muhammadiyah

"Ada kata periksalah dengan teliti. Maksudnya tentu dengan cermat, seksama, tidak tergesa-gesa. Kalau begitu menerima informasi, baca sekilas langsung dibroadcast atau disebar mungkinkah bisa teliti? Menyebarkan yang haq lebih baik ketimbang menyebar hoax," kata dia lagi.

Selain itu, kata dia lagi, ditegaskan pula dalam QS. An Nuur: 15. Idz talaqqaunahu bialsinatikum wataquuluuna biafwaahikum maa laisa lakum bihi ilmun watahsabuunahu hai-yinan wahuwa indallahi azhiimun.

Artinya: Ingatlah ketika kamu menerima (berita bohong) itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit pun, dan kamu menganggapnya remeh, padahal dalam pandangan Allah itu soal besar.

Dalam Hadist Riwayat Muslim, kata Gatot menambahkan, Rasulullah SAW juga telah bersabda: "Seseorang hamba yang membicarakan sesuatu yang belum jelas baginya (hakikat dan akibatnya), akan dilempar ke neraka jahanam sejauh antara timur dan barat."

"Saya tidak bermaksud menggurui, namun mengingatkan. Jika firman diabaikan, sabda Nabi, Mushaddiq yang menyatakan kebenaran diingkari, patutkah berteriak lantang paling Islam? Maka jika benar mencintai Al Quran, firman meski dikawal lebih dari fatwa," pungkasnya. (Syuhud Tsaqafi/Fathoni)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/74367/suka-sebar-hoax-tanda-ketidakmampuan-mengawal-firman-allah

Asli Muhammadiyah

Menarik

Asli Muhammadiyah disini maksudnya bukan membedakan mana yang asli atau bukan, tetapi kita saling menguatkan bahwa kita sama sama islam dan kita Bersaudara


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa admin situs Asli Muhammadiyah sangat membenci AdBlock karena dengan adanya iklan maka situs Asli Muhammadiyah bisa tetap berjalan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Tulisan
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Asli Muhammadiyah dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock