Jumat, 31 Oktober 2014

Santri BPUN Ansor Surabaya Berjejaring dengan Santri Lain Kota

Surabaya, Asli Muhammadiyah. Jumat (29/5) malam, sebanyak 69 santri peserta Pesantren Kilat (Sanlat) Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) Surabaya, tampak bahagia. Bertempat di pesantren An-Nur jalan Karah Agung 9 Surabaya, mereka saling bertegur sapa melalui Video Conference dengan para santri lain di 11 kota di Indonesia.

Santri BPUN Ansor Surabaya Berjejaring dengan Santri Lain Kota (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri BPUN Ansor Surabaya Berjejaring dengan Santri Lain Kota (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri BPUN Ansor Surabaya Berjejaring dengan Santri Lain Kota

Video Conference itu digelar di Kantor PP GP Ansor di Jakarta. Hadir dalam acara tersebut Menristek Dikti M Nasir, Mendikbud Anies Baswedan, dan Ketua Umum PP GP Ansor Nusron Wahid.

Peserta Sanlat yang aktif melakukan video conference itu berasal dari Surabaya, Jombang, Malang, Ngawi, Kudus, Semarang, Karanganyar, Yogyakarta, Cirebon, Bandung, Serang, dan Pontianak.

Asli Muhammadiyah

Para santri itu saling berkenalan setelah menyimak arahan dan motivasi dari M Nasir, Anies Baswedan, dan Nusron Wahid.

Koordinator Sanlat BPUN Surabaya Abdus Salam mengatakan, para peserta Sanlat BPUN Surabaya ini telah mengikuti bimbingan intensif dalam rangka persiapan masuk Perguruan Tinggi Negeri, sejak Senin (11/5) lalu, dan berlangsung selama satu bulan.

Asli Muhammadiyah

Program Sanlat BPUN adalah hasil kerja sama GP Ansor dan Yayasan Mata Air. Program ini, menurut Salam, bertujuan mengantarkan sebanyak mungkin kader muda NU bisa kuliah di PTN favorit di Indonesia.

Didampingi para pembina Arif, Syafril, dan Anas, Salam menegaskan, para peserta tidak hanya diberikan bimbingan selam sebulan, mereka juga akan terus dipantau hingga sukses masuk PTN.

"Setelah sukses masuk PTN, nanti kita juga kawal. Sehingga mereka diharapkan menjadi bibit-bibit kader NU di kampus," tegas Wakil Ketua GP Ansor Jawa Timur ini.?

Salam menambahkan, selama sebulan selain dibekali sejumlah materi oleh para tutor, para peserta juga mengikuti pengajian kitab, berjamaah, dan aktivitas keagamaan lainnya seperti para santri di pesantren pada umumnya.

"Ya, mereka jadi santri sementara selama sebulan. Maka itu namanya santri kilat, jadi pengasuhnya juga kiai kilat," ujarnya berkelakar.

"Jadi, saya ini juga kiai, tapi kiai kilat," selorohnya seraya tersenyum. (Abdul Hady JM/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah Kiai, Pondok Pesantren, Pahlawan Asli Muhammadiyah

Menarik

Asli Muhammadiyah disini maksudnya bukan membedakan mana yang asli atau bukan, tetapi kita saling menguatkan bahwa kita sama sama islam dan kita Bersaudara


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa admin situs Asli Muhammadiyah sangat membenci AdBlock karena dengan adanya iklan maka situs Asli Muhammadiyah bisa tetap berjalan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Tulisan
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Asli Muhammadiyah dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock