Rabu, 25 Mei 2011

Pendeta Andreas: NU Sangat Tegas Soal Pancasila dan Nasionalisme

Hashtag

Jakarta, Asli Muhammadiyah



Ketua Majelis Pertimbangan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pendeta Andreas Yawangoe menilai, Nahdlatul Ulama (NU) memiliki semangat nasionalisme yang tinggi.

Pendeta Andreas: NU Sangat Tegas Soal Pancasila dan Nasionalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendeta Andreas: NU Sangat Tegas Soal Pancasila dan Nasionalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendeta Andreas: NU Sangat Tegas Soal Pancasila dan Nasionalisme

“NU memiliki pandangan bahwa nasionalisme tidak bertentangan dengan iman Islam. Bagi kami, itu sebuah ketegasan. Dengan demikian, nasionalisme diberi makan oleh iman itu,” kata Pendeta Andreas saat menjadi narasumber dalam acara peluncuran buku “Miqat Kebinekaan: Sebuah Renungan Meramu Pancasila, Nasionalisme, dan NU sebagai Titik Pijak Perjuangan” di Gedung PBNU, Jumat (9/6).

Ia juga menilai, NU juga memiliki sikap yang tegas terhadap Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia. “Menurut NU, Pancasila sudah final. Oleh karena itu, tidak boleh diotak-atik. Namun yang harus diperhatikan lebih lanjut adalah bagaimana mengimplementasikan Pancasial dalam kehidupan sehari-hari,” urainya.

Selain itu, ia juga mengaku tertarik dengan Islam Nusantara yang ditawarkan oleh NU. menurutnya, itu bisa menjadi tameng dari serbuan aliran-aliran Islam yang datang dari luar Indonesia. Ia juga mengaku sadar, jika Islam Nusantara dididik di dalam pesantren. Oleh karena itu, ia menilai, pesantren memiliki peranan yang penting.

Asli Muhammadiyah

“Ini (Islam Nusantara) adalah tameng kita dari aliran Islam yang datang dari luar,” ucapnya.

Mengutip apa yang disampaikan KH Said Aqil Siroj di dalam Buku Miqat Kebinekaan, Pendeta Andreas mengaku tertarik karena Kiai Said menempatkan persaudaraan sesama anak bangsa (ukhuwah wathoniyah) berada di atas persaudaraan sesama umat Islam (ukhuwah islamiyyah).?

Hal itu, menurut dia, tidak berarti mengecilkan persaudaraan sesama umat Islam, tetapi ini adalah sebuah bentuk penegasan bahwa nasionalisme bukanlah bertentangan dengan Islam.

“Saya kira ini tidak mengecilkan ukhuwah islamiyyah, tetapi ini adalah sebuah penegasan bahwa nasionalisme itu bukan sesuatu yang asing, bukan bertentangan dengan Islam,” tutupnya. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Asli Muhammadiyah

Asli Muhammadiyah Pahlawan Asli Muhammadiyah

Menarik

Asli Muhammadiyah disini maksudnya bukan membedakan mana yang asli atau bukan, tetapi kita saling menguatkan bahwa kita sama sama islam dan kita Bersaudara


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa admin situs Asli Muhammadiyah sangat membenci AdBlock karena dengan adanya iklan maka situs Asli Muhammadiyah bisa tetap berjalan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Tulisan
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Asli Muhammadiyah dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock